Pengamanan Informasi dan Kriptografi

Menambah khasanah bacaan kriptologi dan pengamanan informasi bagi masyarakat Indonesia

  • Card Recovery Professional

    Recover Lost Or Deleted Files In 3 Steps. 100% Risk Free! Support All Camera Memory Card, Such As Sd Card, Xd Card, Cf Card, Etc. Support All Camera Brands And Almost All Raw File Formats.

  • Instant Wordpess Theme To Match Your Existing Website Design!

    World's First Automatic And Online HTML To Wordpress Converter. Theme Matcher Uses A Regular Site To Instantly And Effortlessly Create A Matchcing Wordpress Theme.

  • Laptop Repair Made Easy

    Laptop Repair Made Easy Is A Complete High Definition Video Series On How To Repair Laptops For Fun Or Profit. Laptop Repair Is A Huge Multi-billion Industry & That Means Lot Of $$$ For You

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

  • Arsip

  • November 2007
    S S R K J S M
    « Okt   Des »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Blog Stats

    • 396,300 hits
  • Pengunjung

Perang yang tidak terlihat

Posted by hadiwibowo pada November 1, 2007

Bila kita berbicara tentang perang tentunya yang terlintas adalah peperangan antara dua kubu prajurit (tentara) dari kelompok yang bertikai. Dalam peperangan konvensional, kita bisa melihat dengan jelas senjata, tentara, serangan, wilayah yang dijadikan medan peperangan dan tentu juga para korbannya.

Namun saat opini HAM menjadi tema utama dunia, peperangan konvensional akan menuai kritik dan kecaman. Sehingga kelompok yang bertikai (atau diam-diam bertikai) menggunakan pola peperangan jenis lain yang tidak terlihat. Dalam peperangan jenis ini tidak diperlukan tentara dalam arti prajurit / serdadu perang, senjata yang digunakan pun tidak terlihat, medan perangnya sangat luas dengan serangan yang hampir sulit dideteksi.

Namun efek serangan ini sangat nyata, bisa saja sistem yang digunakan oleh korban menjadi lumpuh, atau kerugian materil akibat pencurian data, atau kerugian lain tergantung target serangannya.

Di abad Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), mimpi perang yang tidak terlihat menjadi kenyataan. Para hackers menyerang sistem dari tempat yang tidak jelas dibelahan bumi mana, mereka membobol sistem keamanan yang digunakan oleh korbannya. Kerugian akan nampak nyata setelah sistem itu tertembus oleh hacker.

Estonia beberapa bulan baru ini mengumumkan bahwa negaranya telah menjadi target serangan hacker Rusia. Walaupun secara resmi Rusia membantahnya namun bisa jadi serangan itu memang nyata. Jerman, Perancis dan Amerika diberitakan telah mendapatkan serangan bertubi-tubi dari RR Cina yang menginginkan informasi-informasi ekonomi, dan ilmu pengetahuan. Saat kisruh hubungan dengan Malaysia, terjadi saling serang di dunia maya.

Tentunya banyak sekali negara, perusahaan dan kelompok yang menjadi korban serangan hacker dari negara atau perusahaan atau kelompok pesaing yang tidak memberikan pernyataan resmi untuk menjaga reputasinya.

Kejadian itu tentu akan menjadikan kita selalu ingat bahwa diabad TIK sekarang ini, informasi telah menjadi aset yang berharga sekaligus senjata yang sangat kuat karena dapat digunakan untuk membentuk apa saja sesuai kepentingannya.

Dengan kepiawaian mengolah informasi, sebuah informasi walaupun bohong dapat digunakan untuk mempengaruhi atau menggiring opini umum agar sesuai dengan bentuk opini yang ingin diciptakan yang tentunya menguntungkan kepentingan orang / kelompok / negara tersebut.

Sebagai contoh yang dekat dengan keseharian kita adalah banyak sekali e-mail berantai yang isinya sesungguhnya adalah kebohongan, namun karena dikirimkan secara berulang dan disebar ke banyak orang, berita bohong itu lambat-laun akan dinyakini sebagai kebenaran.

Bagaimana menangkal senjata informasi itu ?

Beberapa negara seperti Amerika, R R Cina atau Rusia yang telah lebih dulu menyadari perang jenis ini, secara diam-diam ataupun terang-terangan mereka merekrut ”prajurit” angkatan perang cyber. Biasanya prajurit ini adalah mereka yang mempunyai kemampuan tinggi di bidang TI, hacker atau ahli pengamanan informasi. Film Die Hard IV walaupun terkesan berlebihan (yah namanya juga film) mungkin bisa menjadi ilustrasi.

Selain itu, yang penting untuk diperhatikan agar terhindar dari serangan cyber ini, tentu perlu diprioritaskan apa yang dinamakan manajemen keamanan informasi, Undang-Undang Keamanan Informasi yang merupakan payung hukum untuk aksi kriminal di dunia maya (cyber law), dan regulasi-regulasi lain yang berhubungan dengan keamanan informasi.

Bahkan mungkin perlu juga dibentuk lembaga baru misalnya Dirjen Keamanan Informasi dibawah Departemen Pertahanan dan Keamanan sebagai hasil gabungan beberapa institusi yang relevan, atau benar-benar baru, atau bisa juga menambah/merubah fungsi dari institusi yang sudah ada. Lembaga tersebut perlu diperkuat oleh (merekrut) para hackers, ahli keamanan informasi, ahli kriptografi, ahli elektronika, dan ahli lain yang diperlukan. Tentunya agar mereka ”tangguh” perlu dibekali oleh sistem organisasi, reward, pembinaan dan motivasi yang juga bagus. -antz-

Satu Tanggapan to “Perang yang tidak terlihat”

  1. […] Perang yang tidak terlihat […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: