Pengamanan Informasi dan Kriptografi

Menambah khasanah bacaan kriptologi dan pengamanan informasi bagi masyarakat Indonesia

  • Card Recovery Professional

    Recover Lost Or Deleted Files In 3 Steps. 100% Risk Free! Support All Camera Memory Card, Such As Sd Card, Xd Card, Cf Card, Etc. Support All Camera Brands And Almost All Raw File Formats.

  • Instant Wordpess Theme To Match Your Existing Website Design!

    World's First Automatic And Online HTML To Wordpress Converter. Theme Matcher Uses A Regular Site To Instantly And Effortlessly Create A Matchcing Wordpress Theme.

  • Laptop Repair Made Easy

    Laptop Repair Made Easy Is A Complete High Definition Video Series On How To Repair Laptops For Fun Or Profit. Laptop Repair Is A Huge Multi-billion Industry & That Means Lot Of $$$ For You

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

  • Arsip

  • Juni 2007
    S S R K J S M
    « Mei   Jul »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Blog Stats

    • 396,300 hits
  • Pengunjung

Sistem Sandi DES (Data Encryption Standard)

Posted by hadiwibowo pada Juni 27, 2007

Pertengahan tahun 1973, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui National Bureau of Standards (NBS) mengumumkan kebutuhan akan suatu algoritma sandi yang akan digunakan sebagai standar untuk melindungi kerahasiaan dan keutuhan data-data penting baik yang sedang ditransmisikan maupun yang disimpan.

Sampai pertengahan tahun 1974 tidak ada satupun algoritma sandi yang diusulkan. Hingga akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1974, algoritma sandi yang didesain oleh IBM yang bernama sistem sandi Lucifer ditawarkan kepada NBS. Kemudian setelah dilakukan evaluasi dan modifikasi dengan bantuan National Security Agency (NSA), pada tanggal 15 Juli 1977 NBS menetapkan algaritma Lucifer yang telah dimodifikasi tersebut dengan nama baru Data Encryption Standard atau lebih populer dengan sebutan sistem sandi DES.

Setelah ditetapkan sebagai standar untuk melindungi data dan informasi baik yang ditransmisikan maupun yang disimpan, sistem sandi DES dengan cepat digunakan secara internasional pada hampir diberbagai aplikasi yang membutuhkan penyandian pada saat operasionalnya.

Tercatat penggunaan sistem sandi DES terbesar saat itu adalah pada industri perbankan disamping pemerintahan dan militer. Hal ini mengingat pada institusi tersebut data / informasi yang ditansmisikan dan disimpan banyak yang merupakan data penting yang sensitif dan bersifat rahasia.

Sebelum distandarkan, DES (saat itu masih bernama Lucifer) menggunakan algoritma dengan panjang kunci 128 bit, namun oleh Pemerintah AS panjang kunci DES dibatasi hanya diperbolehkan 56 bit saja dengan maksud agar NSA (National Security Agency) dapat memonitor informasi yang disandikan dengan sistem DES tersebut. Selain menentukan panjang kunci, NSA juga mengubah S-Box (Substitution Box) nya sehinga walaupun S-Box tersebut diubah secara acak, NSA tetap dapat membongkar sistem sandi DES tersebut.

Sebagai sistem sandi modern yang berbasiskan peralatan elektronik, DES beroperasi dalam bentuk bit yang berupa angka binari 0 dan 1, yang berkelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4 bit membentuk bilangan heksadesimal atau bilangan berbasis 16.

Binari : 0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001 1010 1011 1100 1101 1110 1111

Heksadesimal : 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F

DES adalah salah satu metode penyandian dengan sistem block cipher. Yaitu sistem penyandian yang pengacakannya dilakukan secara blok demi blok dengan blok input (teks asli) 64 bit dan menghasilkan output (teks sandi) yang juga per blok 64 bit, algoritma yang digunakan adalah kunci simetris dengan panjang kunci 56 bit.

Saat ini panjang kunci 56 bit dianggap terlalu kecil karena dengan cepat dapat dipecahkan dengan metode analisis brute force attacks. Sehingga sebagai solusinya perlu dibuat algoritma sandi DES dengan kunci yang lebih panjang.

Triple DES merupakan jawaban dari solusi tersebut, sebab Triple DES adalah DES dengan panjang kunci 2 kali 56 bit. Dimana Teks Asli disandi dengan Kunci 56 bit pertama (K-1), menghasilkan Teks Sandi (TS-1). Kemudian TS-1 di sandi kembali dengan Kunci 56 bit kedua (K-2), menghasilkan Teks Sandi berikutnya (TS-2). Kemudian TS-2 di sandi lagi dengan K-1 menghasilkan Teks Sandi terakhir. Ketiga langkah ini disebut dengan Triple DES.

Jadi sesungguhnya Triple DES adalah DES yang dilakukan 3 kali dengan menggunakan 2 kunci 56 bit yang berbeda sehingga panjang kunci menjadi 112 bit. Panjang kunci 112 bit ini akan memperlambat pemecahan teks sandi menggunakan analisis brute force attacks, namun tidak menutup kemungkinan dapat dianalisis dengan metode lainnya seperti linear cryptanalysis atau Davies’ attack. -antz-

11 Tanggapan to “Sistem Sandi DES (Data Encryption Standard)”

  1. Sklep komputerowy z tanimi czesciami komputerowymi:
    sklep komputerowy

  2. DoYok said

    gw baca di situs resmi sebuah badan sandi negara tetangga kita, algoritma DES dan semua keturunannya sampe cucu buyut, sejak tahun 2003 udah not recommended for gov official use karena sistem pertahanannya udah NOL alias udah gag kuwaaaaaaaaaaaaattt… so, apa dong yg mereka pakai sekarang mas? tau gag? kan situ punya banyak info..

  3. nur46 said

    DES??

    sekarang klo ga salah dah pake AES deh..!!!

    yang menang algoritmannya om Joan Daemen dan Om Vincent Rijmen dari Belgia.

    nama algoritmanya Rijndael.

    klo ga salah….
    cuma tau dikit doang.

  4. rif13crypt said

    THANKS INFO TENTANG DES!
    BAGIMANA DENGAN AES????

  5. mas, DES dah obsolete tuh🙂

    yang keren ntu pake enkripsi yang non standard. contohnya blowfish yang tabel sbox nya dibikin acak adut.. saya udah coba dan ternyata bisa dipake juga. lumayan deh buat ganti2 DES.

  6. Salam kenal Pak!
    Penggunaan DES sebagai standar cipher tampaknya memang sudah lewat Pak. Ini terutama karena panjang kunci (56 bit) dan besar blok (64 bit) tidak cukup besar untuk mencegah brute force attack. Untuk saat ini, panjang kunci dan besar blok minimal adalah 128 bit.

    Balik lagi tentang DES yg bapak ceritakan di atas.
    Tentang perubahan panjang kunci DES dari 128 bit menjadi 56, belum ada bukti bahwa NSA saat itu memiliki cara untuk membongkar DES (dengan kunci 56 bit). Lebih jauh lagi, komunitas ilmiah kriptografi juga belum menemukan bukti mengenai adanya trapdoor dalam algoritma DES. Jadi, reduksi kunci DES utk kepentingan NSA, hingga saat ini hanya merupakan isu/dugaan yg tidak dapat dibuktikan benar/salah-nya. Penjelasan yg sama juga berlaku utk perubahan S-Box

  7. Pengganti DES? Ada beberapa. Rijndael (yg menjadi AES), sherpent (finalis AES), Twofish (finalis AES juga, pengembangan dari blowfish)

  8. MaIDeN said

    @Budi S,

    Jangan anggap enteng pemerintah. Dia banyak duitnya yang bisa dipake buat beli apa aja🙂

  9. dwinanto said

    Terima kasih atas infonya ya,.
    Sedang mencari bahan untuk tugas kuLiah nih,.😀

    Salam kenaL ya,.

  10. melvi said

    mw nanya….
    punya algoritma DES yang guna in program nya pake PERL….
    cara manggil nya gimana y???

    makasih sebelumnya…. n_n

  11. melvi said

    mw nanya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: