Pengamanan Informasi dan Kriptografi

Menambah khasanah bacaan kriptologi dan pengamanan informasi bagi masyarakat Indonesia

  • Card Recovery Professional

    Recover Lost Or Deleted Files In 3 Steps. 100% Risk Free! Support All Camera Memory Card, Such As Sd Card, Xd Card, Cf Card, Etc. Support All Camera Brands And Almost All Raw File Formats.

  • Instant Wordpess Theme To Match Your Existing Website Design!

    World's First Automatic And Online HTML To Wordpress Converter. Theme Matcher Uses A Regular Site To Instantly And Effortlessly Create A Matchcing Wordpress Theme.

  • Laptop Repair Made Easy

    Laptop Repair Made Easy Is A Complete High Definition Video Series On How To Repair Laptops For Fun Or Profit. Laptop Repair Is A Huge Multi-billion Industry & That Means Lot Of $$$ For You

  • Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang pos baru melalui surat elektronik.

    Bergabunglah dengan 25 pengikut lainnya

  • Arsip

  • Oktober 2006
    S S R K J S M
    « Sep   Nov »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Blog Stats

    • 396,300 hits
  • Pengunjung

Prosedur pengamanan informasi adalah sebuah disiplin

Posted by hadiwibowo pada Oktober 11, 2006

Roma, Sugianto. Dalam artikel yang lalu, pengamanan informasi tidak semata teknologi, ditekankan bahwa kesadaran menjaga keamanan informasi dari para pembuat, pengguna dan pengelola informasi penting dan rahasia sangat menentukan. Semua perangkat keamanan informasi yang telah dipasang dengan investasi yang tidak sedikit akan menjadi sia-sia manakala the man behind the gun nya tidak disiplin. Sebab, pengamanan adalah suatu lingkaran proses yang terus-menerus yang mana bersumbu pada disiplin.

Memasang alat dan peralatan pengamanan (informasi) memerlukan biaya, waktu dan energi yang tidak sedikit. Setelah alat dan peralatan tersebut terpasang, masih membutuhkan waktu, biaya dan energi yang kurang lebih sama untuk memelihara dan menjaga agar semua sistemnya tetap berfungsi.

Namun alat dan peralatan pengamanan (informasi) tersebut tetap membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdisiplin tinggi untuk mengoperasikannya. Selain itu individu lain yang bersentuhan dengan alat dan peralatan pengamanan (informasi) tersebut pun perlu secara disiplin mematuhi segala prosedur pengamanan itu.

Kedisiplinan individu yang sangat menentukan dalam proses pengamanan dapat dicontohkan secara sederhana dalam menggunakan sabuk pengamanan saat berkendaraan. Perangkat keamanan berupa sabuk pengaman yang dipasang pada mobil tentu tidak tanpa biaya. Namun setelah terpasang, membutuhkan kedisiplinan pengendara untuk selalu menggunakannya saat berkendaraan.

Menyadari pentingnya fungsi alat keamanan (informasi) dan kebutuhan akan disiplin mematuhi proses pengaman setelah terjadinya “kecelakaan” adalah tindakan yang sangat terlambat. Namun begitu, masih lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, bukan ?

Dalam organisasi pemerintah, lebih sering pemasangan alat keamanan informasi terkendala dengan tiadanya anggaran yang dialokasikan untuk itu. Dilain pihak untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan pengamanan informasi juga menyerap dana yang tidak sedikit dari anggaran belanja pemerintah. Sehingga tidak heran bila kesadaran pengamanan pun akhirnya melemah pada aparat pemerintahan kita.

Sepertinya, saat ini pemerintah masih memfokuskan diri pada penerapan dan pengoperasian teknologinya, belum memfokuskan diri pada pengamanannya. Alasan utamanya adalah mendorong aparat pemerintah untuk tidak gaptek dan lebih memahami apa yang dinamakan electronic government atau e-gov. Padahal penerapan e-gov ini seharusnya satu paket dengan pengamanannya. Tanpa pengamanan informasi yang baik penerapan teknologi ini akan sangat membahayakan negara dan pemerintah itu sendiri.

Walaupun infrastruktur telekomunikasi
Indonesia telah dikuasai oleh Singapura, kita tetap masih dapat meningkatkan keamanan informasinya melalui manajemen keamanan informasi yang baik.

Seperti telah diketahui bersama, rantai pengamanan terkuat berada pada rantai pengamanan yang terlemah dan mata rantai terlemah itu lebih sering berada pada sumberdaya manusianya. Akhirnya, yang menjadi prioritas kita adalah meningkatkan kompetensi dan kesadaran pengamanan informasi dengan terus menerus melakukan sosialisasi serta pendidikan dan pelatihan pengamanan informasi kepada seluruh aparat pemerintahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: