Kesadaran Keamanan Informasi dari Wapres Boediono
Ditulis oleh hadiwibowo di/pada Oktober 26, 2009
Implementasi kesadaran pengamanan informasi ternyata telah dilakukan sejak lama oleh Bapak Boediono yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
Suatu langkah (lebih tepatnya lompatan) yang sangat berarti bila security awareness tersebut datang dari pucuk pimpinan negara dan diteladani oleh semua jajaran pejabat pemerintah. Dengan security awareness yang baik dari seluruh komponen pemerintah, kebocoran informasi penting yang berguna untuk memperjuangkan kepentingan nasional Indonesia dapat diminimalkan.
Berikut saya kutipkan berita tentang security awareness Bapak Wapres Boedinono:
Kompas, Jum’at, 23 Oktober 2009
TATA KELOLA
Informasi Wakil Presiden Jangan Diperdagangkan
JAKARTA, KOMPAS — Wakil Presiden Boediono mengingatkan stafnya agar jangan sampai informasi atas keputusan yang telah dan akan diambil di Kantor Sekretariat Wakil Presiden bocor dan diperdagangkan. Apabila hal itu terjadi, negara dan rakyat tak hanya direpotkan, tetapi juga dirugikan.
Boediono menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan kepada pegawai dan pejabat eselon di Aula Istana Wapres, Jakarta, Kamis (22/10).
Pengarahan itu dihadiri sebanyak 399 pegawai dan pejabat Kantor Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres). Boediono ditemani dua dari empat staf khususnya, yaitu Mohammad Ikhsan dan Yopie Hidayat. Sebelum pengarahan, Sekretaris Wapres Tursandi Alwi melaporkan struktur organisasi dan tugas Kantor Setwapres.
Boediono mengharapkan pegawai dan pejabat eselon di lingkungan Kantor Setwapres bersungguh-sungguh menerapkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel. Hal itu terutama “mengamankan” Kantor Setwapres sebagai institusi strategis dalam proses pengambilan keputusan negara.
“Mengamankan secara fisik Wapres oleh Pasukan Pengamanan Presiden, tentu itu penting. Misalnya, jangan sampai ada yang menembak Wapres. Akan tetapi, jauh lebih penting ‘mengamankan’ Wapres sebagai institusi negara. Jangan sampai informasi itu bocor dan diperdagangkan. Kalau sampai terjadi, repot negara ini,” ungkapnya.
Boediono sendiri tak merinci informasi dari keputusan Wapres yang pernah bocor dan diperdagangkan itu.
Bernilai miliaran rupiah
Menurut Boediono, informasi menyangkut kebijakan Wapres itu bernilai miliaran rupiah. “Jangan sampai informasi itu jatuh kepada orang yang menggunakan informasi untuk keuntungan kelompoknya, dan bukan untuk kepentingan rakyat,” katanya.
Boediono kemudian mengingatkan mana informasi yang bisa dikeluarkan ke publik dan mana yang tidak boleh.
“Hati-hati dengan informasi yang sampai ke bawah, terutama informasi yang memiliki nilai sensitivitas, sebab memiliki konsekuensi,” kata Boediono.
Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat menambahkan, pernyataan Boediono bukan berarti Kantor Setwapres bersifat tertutup terhadap semua informasi.
“Pak Boediono hanya mengingatkan bagaimana pentingnya informasi yang terkait keputusan Wapres dikelola. Mana yang boleh dan mana yang tidak boleh,” ujarnya. (HAR) -antz-
Agus Suhanto berkata
terimakasih i atas tulisannya yang menarik…
kenalkan saya Agus Suhanto
Bintang berkata
Saya sangat setuju, Pak. Karena sesungguhnya informasi itu juga merupakan aset sebuah instansi yang patut untuk diperhitungkan sebagaimana halnya aset-aset fisik yang lain seperti gedung, dan peralatan / inventaris lainnya. Jika sebuah informasi yang sangat confidential sampai bocor ke tangan orang lain, maka value atau nilai informasi itu dapat membahayakan instansi itu sendiri.
Blog saya di : http://kawuloalitox.wordpress.com
Amri Shodiq berkata
Pak Wapres, kalau Anda pakai Blackberry, ada cara seperti ini untuk menyadap Blackberry: http://amrishodiq.co.cc/blog/2009/11/cara-kerja-software-penyadapan-blackberry/